bisnis tour travel artikel image

Peluang bisnis Tour & Travel semakin prospektif. Penyebabnya, investasi murah, operasionalnya mudah, dan segmen pasar yang jelas, membuat bisnis ini kian berkembang.

Tabloidbo.com.Menurut Pengamat Marketing & Service Quality, Djoko Kurniawan, saat ini bisnis waralaba tour & travel memang sedang naik daun. Ini, menurutnya, terbukti dgn banyaknya tawaran waralaba di sektor ini. “Anda pasti sering menemui penawaran waralaba tour & travel, baik media cetak maupun melalui SMS di handphone. Harga waralaba yang ditawarkan sangat variatif, mulai dari yang murah sekitar Rp 1 sampai 2 jutaan hingga yang cukup mahal,” katanya.

Menurut Djoko, faktor yang mendasari perkembangan tersebut tak lain adalah biaya perjalanan yang semakin murah dan meningkatnya pendapatan perkapita di Indonesia. Tidak hanya itu, investasi bisnis waralaba yang tidak terlalu besar juga mendorong banyak orang untuk mengambil waralaba di bisnis tour & travel,” katanya. Ia menambahkan bahwa ke depan prospek bisnis tour travel ini juga sangat bagus, sebab semua orang memerlukan jasa ini, mulai dari kelas ekonomi bawah hingga menengah dan atas. Ditambah lagi dengan kemudahan menjalankan bisnis tour & travel yang tak memerlukan fasilitas kantor. “Cukup memiliki komunitas yang baik, maka usaha ini akan dapat berjalan dengan baik pula,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan, bahwa bisnis ini begitu rentan terpengaruh  oleh  kondisi ekonomi. Bila keadaan ekonomi stabil dan cenderung membaik maka bisnis ini akan semakin berkembang dengan baik pula. Oleh karena itu, imbuhnya, bisnis tour & travel juga sangat dipengaruhi oleh faktor keamanan. “Pada musim liburan bisnis tour & travel biasanya akan jauh lebih baik karena permintaan yang semakin meningkat,” katanya.

Banyaknya pemain di bidang usaha ini, memaksa pengusaha tour & travel juga harus memperhatikan faktor pelayanan. Hal ini dianggap penting oleh Djoko supaya pelanggan mau menggunakan jasa yang ditawarkan. “Service Excellence mutlak dijalankan agar Anda dapat bersaing merebut hati customer. Service Excellence bukan hanya sebatas memberikan senyum  tulus dan salam yang hangat, tetapi service excellence harus mampu memberikan solusi kepada customer. Oleh sebab itu semua karyawan yang terlibat langsung dengan pelanggan harus memiliki product knowledge yang baik dan memiliki communication skill yang handal. Semua karyawan juga harus memiliki mindset yang sama tentang customer service. Jika budaya pelayanan sudah terbentuk maka service kepada customer pasti akan memuaskan,” katanya panjang lebar.

Djoko menambahkan, bila customer merasa puas, ini berarti Anda  telah merebut hatinya dan mereka secara otomatis akan masuk ke dalam kelompok loyal customer. Lebih jauh lagi mereka bahkan akan menjadi penyebar berita (brand ambassador) yang baik bagi bisnis Anda.

 

Sarannya, sebaiknya pelaku bisnis tour & travel melakukan standarisasi layanan yang cepat dan akurat. Djoko menitikberatkan dua hal itu karena keduanya merupakan esensi dari service excellence. Untuk itu, ia menyarankan supaya standarisasi yang dilakukan pengusaha meliputi semua lini, seperti standard penampilan, gesture dan posture, body language dan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi harus benar-benar diperhatikan ketika berhadapan dengan customer. “Anda juga harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) mulai dari salam (greeting), etika bertelepon, handling complaint, service recovery, dan lain-lain,” katanya.

Dalam menjalankan bisnis ini, sambungnya, kuncinya adalah komunikasi yang baik dengan customer. “Anda harus membuat customer mengerti secara jelas aturan main ketika mereka memakai jasa Anda. Customer harus tahu apa saja yang bisa Anda bantu dan hal apa saja yang diluar tanggung jawab Anda sebagai biro tour & travel. Dengan demikian pelanggan tidak akan menyalahkan Anda ketika terjadi kesalahan dari pihak maskapai. Ini juga berarti Anda telah berusaha untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dengan customer,”

Selanjutnya, supaya bisnis tour & travel tetap mempunyai prospek yang bagus dan langgeng, franchisor harus membantu franchisee sebagai mitra kerja. “Artinya, kapan saja franchisee memerlukan bantuan, franchisor harus bisa dihubungi dengan mudah. Dengan demikian franchisee merasa tidak jalan sendirian karena ada support system yang jelas dari franchisor,” katanya. Selain itu, memberikan edukasi atau training secara berkala kepada mitra bisnis juga merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kerjasama jangka panjang.

Oleh karena itu, Saran Djoko kepada pelaku bisnis tour & travel, untuk terus membuat terobosan pelayanan dan service excellence yang prima. “Jangan pernah takut untuk berkompetisi di bisnis ini. Yang penting Anda harus menjalankan bisnis dengan niat yang baik dan berusaha untuk memuaskan customer. Jika kedua hal itu lakukan, maka bisnis Anda akan bisa berjalan lancar,” katanya.

Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*